Wednesday, June 20

Candi Morangan - Sleman

Terletak di dusun morangan, Desa sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman, DIY. situs ini hanya berupa sisa reruntuhan bangunan candi yang hingga kini masih dalam tapak konservasi. 

situs ini memiliki sebuah tinggalan berupa arca dan reruntuhan candi. tepatnya 2 reruntuhan candi yaitu candi induk dan candi perwara.
Candi ini ditemukan sejak zaman penjajahan Belanda. Setelah Belanda meninggalkan Indonesia candi ini kembali tertutup tanah. Pihak SPSP DIY pernah melakukan ekskavasi pada tahun 1982. Ekskavasi yang dilakukan oleh SPSP DIY ini berhasil menampakkan 2 buah bangunan candi yakni candi induk dan candi perwara. Hingga saat ini candi induk pun belum seluruhnya dapat disingkap dan baru dapat digali sekitar tiga perempat bagian saja.

Bentuk Candi
Candi induk Morangan menghadap ke barat berbilik satu dan berdenah bujursangkar. Secara lengkap candi induk Morangan terdiri atas kaki, tubuh, dan atap candi. Pembagian tersebut dalam agama Hindu melambangkan tiga alam yaitu bhurloka, bhuvarloka, dan savarloka.

Pada Candi Morangan ditemukan pula yoni dengan ukuran yang cukup besar. Sedangkan lingga yang seharusnya ada dan menjadi pasangan dari yoni tidak ditemukan lagi. Pada kompleks candi Morangan ini juga ditemukan pula arca resi dan sejumlah arca lain di dalam relung-relung candi. Saat ini relung tersebut kosong karena arca-arca di dalamnya telah diamankan untuk mencegah pencurian.

Selain itu juga ditemukan patung Nandi atau sapi dalam posisi mendekam. Nandi atau Nandiswara adalah lembu yang menjadi kendaraan dari dewa Siwa dalam mitologi Hindu. Candi yang mempunyai arca Nandi biasanya dikategorikan sebagai candi untuk pemujaan agama Hindu Siwa.

Karena bentuk bangunan candi Morangan ini belum tersusun utuh, maka bentuk bangunan belum dapat dilihat sepenuhnya. Meski begitu, pengunjung bisa mengamati relief-relief yang tidak kalah menariknya. Berikut ini relief yang terdapat di dinding candi Morangan:

Pertama relief dua laki-laki mengapit tumpukan bunga-bungaan. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Bunga merupakan salah satu unsur penting dalam pemujaan agama Hindu.

Kedua relief dua wanita mengapit kendi besar dengan membawa kendi-kendi kecil. Relief ini menggambarkan salah satu adegan dalam upacara keagamaan. Kendi adalah tempat air suci yang dianggap dapat membersihkan noda dan dosa.

Ketiga dua wanita menunggang gajah. Relief ini menggambarkan dua orang wanita menunggang gajah.Gajah adalah binatang istimewa karena pada zaman dulu hanya seorang raja yang boleh memilikinya sebagai simbol kemegahan kerajaan.
 
Keempat tiga resi membawa pustaka (kitab suci) fan uptala (teratai biru)

Kelima relief kepala dalam relung. Relief ini merupakan hiasan yang terdapat pada bagian atap candi. Relief seperti ini juga terdapat di candi Gebang.

Keenam relief ayam jantan disangga gana. Gana, atau sering juga disebut Syiwaduta,  adalah makhluk kecil pengiring Syiwa. Sedangkan ayam jantan melambangkan kekuatan, keberanian dan kesuburan. Selain itu dalam kehidupan keagamaan, sering digunakan sebagai hewan korban.

Berlatar Belakang Candi Hindu
Candi morangan merupakan salah satu candi Hindhu yang ditemukan sekitar tahun 1982. Candi ini ditemukan terkubur dalam tanah sedalam sekitar 6,5 m. Melihat ciri-ciri ragam hias pada arca Candi Morangan yang mirip dengan Candi Prambanan, maka diduga usia Candi Morangan yakni pada abad 9 M. 

1 comment: